17 Apr

Kisah Pilu Andres Escobar Yang Membuat Kesalahan Gol Bunuh Diri

Meski saat masanya tak termasuk didalam kekuatan sepakbola benua Amerika Latin, tetapi sepakbola Kolombia pernah menyita minat dunia sepakbola. Bermula dari duel 11 lawan 11, tidak disangka tiba-tiba berganti menjadi suatu petaka yang amat mengerikan yang pernah terlaksana dalam sepanjang sejarah di wilayah tersebut. Yakni pemain defender dari timnas Kolombia, Andres Escobar. Escobar tewas terbunuh secara yang tragis, cuma karena dirinya mengalami gol bunuh diri ketika Kolombia menghadapi Amerika Serikat di pentas Piala Dunia 1994. Andres Escobar meregang nyawanya sehabis ditembak mati pembunuh bayaran dari utusan kartel narkoba Kolombia.

Andres Escobar

Dari informasi para saksi yang mdengar suara seorang pria menghina gaya bermain Andres Escobar. Lalu Andres Escobar dengar melakukan pembelaan, dan tidak lama berselang berkumandang teriakan minta tolong. Pria yang ada tepat di depan Andres Escobar lalu menarik pelatuk senjata apinya. Pria misterius itu mengarahkan senjatanya pas ke arah wajah Andres Escobar, pria itu menembak Escobar hingga 12 kali tembakan dengan memakai pistol kaliber 38 mm, muka hingga badan penuh luka tembak.

Pelaku Penembak, Humberto Castro Munoz

Sambil meneriakkan, “Thanks for own-goal, hijueputa!” atau “Terima kasih dari gol bunuh dirimu, anak pelacur.” Ketika melepaskan tembakan satu, sang pelaku sembari berseru “gol. gol. gol” dengan logat identik komentator sepakbola Amerika Latin saat sedang membawa siaran. Penembak itu lalu melarikan diri dengan naik mobil Toyota pick-up. Tidak sampai sejam, atau tepatnya 45 menit usai kejadian, Andres Escobar dinyatakan meninggal dunia. Tubuh Escobar terlihat bersimbah darah sebab berondongan peluru dari jarak dekat yang menembus tubuhnya. Kira-kira 120 ribu fans timnas Kolombia menghadiri acara pemakaman Andres Escobar. Jasad diri Escobar lalu dikebumikan di Montesacro cemetery.

Motif Gol Bunuh Diri

Peristiwa pilu yang berdarah tersebut berlangsung 23 tahun lalu, tanggal 2 Juli 1994 atau 5 hari setelah Kolombia dihajar Amerika Serikat dengan kedudukan 1-2 di pertandingan babak kualifikasi grup Piala Dunia. Peristiwa itu terjadi di Kolombia, lebih tepatnya di suatu klub malam. Pihak Kepolisian juga meyakini bila motif dari pembunuhan itu dilatar belakangi oleh gol bunuh diri yang tidak sengaja Escobar lakukan di laga itu. Tak memerlukan waktu lama untuk pihak kepolisian guna mengungkap pelaku tragedi berdarah itu. Polisi akhirnya menangkap sesosok pria dikenal dengan Humberto Castro Munoz saat malam hari setelah kejadian itu terjadi. Castro Munoz merupakan kaki tangan kartel narkoba Kolombia. Motif dari pembunuhan yang menerpa Escobar sudah diprediksi sebelumnya, dengan latar belakangkan gol bunuh diri. Castro Munoz diperintahkan oleh majikannya, Santiago Gallon, tuk menghilangkan nyawa Escobar untuk membalas kerugian besar yang diterpa sang majikan sebab kalah taruhan.

Makam Andres Escobar

Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman sepanjang 43 tahun kurungan penjara pada Castro Munoz. Tetapi, hukuman Castro Munoz kemudian dikurangijadi 26 tahun. Castro Munoz lalu dinyatakan bebas tahun 2005. Castro Munoz total cuma menjalani masa hukuman 11 tahun. Keluarga Escobar juga merasa terpukul pada putusan yang dipublikasikan pengadilan yang membebaskan atas kesalahan Castro Munoz perbuat, hanya pas satu dekade pasca peristiwa pembunuhan itu. Dari pihak pengadilan membuktikan, Castro Munoz punya kelakuan baik selama dia menjalani hukumannya. “Sudah tak ada lagi keadilan di negeri ini,” kata Dario, mendiang ayah Andres Escobar. Bagi Dario, keadilan Kolombia tak mungkin berkiblat putusan pengadilan. “Para penguasa sudah menipu negara ini dan keluarga kami. Hukuman 43 tahun. Namun sekarang hari ini pelaku bebas.” 22 tahun timbulnya peristiwa itu masih dikenang sampai sekarang oleh warga Kolombia, terutama para suporter Atletico Nacional, klub yang ikut berperan dalam karir sepakbola Escobar. Era 2002, Pemerintahan Kota Medellin, yang adalah kota kelahiran dari Escobar, mendirikan patung dengan bentuk Escobar, tuk mengenang dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.